Minggu, 27 September 2026

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) MI Kelas 5

 

Alhamdulillah disela-sela kesibukan melakukan pendampingan madrasah binaan, hari ini saya telah rampungkan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran untuk kelas 5 MI. Perangkat Ajar ini saya buat untuk membantu guru-guru madrasah melengkapi administrasi pembelajaran kurikulum merdeka dan KBC yang tahun ini rampung dilaksanakan di semua jenjang mulai dari kelas 1 sampai kelas MI.

Harapan saya semoga apa yang saya lakukan ini bisa berguna bagi teman-teman di madrasah.

Berikut Link download ATP Kelas 5 MI

1. ATP Al-Qur'an Hadits

2. ATP Akidah Ahlak

3. ATP Fikih

4. ATP SKI 

5. ATP Bahasa Arab 

6. ATP Pendidikan Pancasila 

7. ATP Bahasa Indonesia 

8. ATP Matematika 

9. ATP IPAS 

10. ATP Seni Musik




Minggu, 13 September 2026

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kelas 6 MI

 

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) merupakan bagian penting dalam perencanaan pembelajaran. ATP membantu guru menyusun proses pembelajaran secara terarah agar tujuan yang ingin dicapai peserta didik dapat terlaksana dengan baik.

Dalam penerapan Pembelajaran Mendalam, ATP tidak hanya berisi urutan tujuan pembelajaran, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) memberikan penguatan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan, seperti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, sesama, lingkungan, dan tanah air.

Melalui tulisan ini, Catatan Pengawas Madrasah berbagi contoh dan pemikiran sederhana tentang penyusunan ATP yang dapat mengintegrasikan prinsip Pembelajaran Mendalam dan KBC. Semoga dapat menjadi inspirasi dan membantu guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih bermakna dan penuh nilai.

1. ATP Qurdits Kelas 6

2. ATP Fikih Kelas 6

3. ATP Dahlak Kelas 6

4. ATP SKI Kelas 6

5. ATP Bahasa Arab Kelas 6

6. ATP Pendidikan Pancasila Kelas 6

7. ATP Bahasa Indonesia Kelas 6

8. ATP Matematika Kelas 6

9. ATP IPAS Kelas 6

10. ATP Seni Musik Kelas 6

Rabu, 02 September 2026

Capaian Pembelajaran (CP) Terbaru untuk Guru MI

 



Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027: Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, madrasah di Indonesia menghadapi sebuah momentum penting dalam perjalanan transformasi pendidikan. Pembelajaran tidak lagi cukup dipahami sebagai proses menyampaikan materi dan mengejar pencapaian akademik semata, tetapi diarahkan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, mendalam, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Arah perubahan tersebut semakin diperkuat dengan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai bagian dari penguatan karakter dan kekhasan pendidikan madrasah.

Kebijakan tersebut memiliki landasan yang jelas. Kementerian Agama telah menetapkan Panduan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran bagi madrasah yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Panduan tersebut menempatkan nilai-nilai cinta, kasih sayang, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan spiritualitas sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta bukan dimaksudkan sebagai kurikulum baru yang menggantikan kurikulum yang sudah ada, melainkan sebagai jiwa yang menghidupkan proses pembelajaran melalui penyisipan nilai-nilai cinta dalam berbagai aktivitas pendidikan.

Sementara itu, Pembelajaran Mendalam membawa perubahan cara pandang terhadap proses belajar. Peserta didik diharapkan tidak berhenti pada kemampuan mengingat atau menghafal informasi, tetapi mampu memahami konsep secara utuh, menghubungkannya dengan kehidupan nyata, melakukan refleksi, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk memecahkan berbagai persoalan. Dengan pendekatan seperti ini, pembelajaran menjadi lebih aktif dan bermakna karena peserta didik tidak sekadar “tahu”, tetapi mampu memahami, memaknai, dan menerapkan apa yang dipelajarinya.

Menariknya, Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta memiliki tujuan yang saling melengkapi. Pembelajaran Mendalam memberikan penekanan pada kedalaman pemahaman dan pengalaman belajar, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan fondasi nilai agar proses pendidikan tetap berorientasi pada kemanusiaan, akhlak, empati, kepedulian, dan spiritualitas. Kementerian Agama sendiri mendorong agar kedua pendekatan tersebut diintegrasikan dalam pembelajaran madrasah sehingga pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepekaan sosial.

Kurikulum Berbasis Cinta juga memiliki cakupan nilai yang luas. Implementasinya mengembangkan enam orientasi cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada tanah air. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi diupayakan hadir dalam kehidupan sehari-hari di madrasah, baik melalui pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, budaya madrasah, maupun kegiatan keagamaan.

Dalam konteks tersebut, guru memiliki posisi yang sangat strategis. Guru bukan hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan penggerak budaya belajar yang positif. Pembelajaran mendalam membutuhkan guru yang mampu merancang pengalaman belajar yang menantang sekaligus menyenangkan, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta membutuhkan keteladanan, empati, kelembutan, dan kepedulian dalam setiap interaksi dengan peserta didik. Kementerian Agama menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta membutuhkan guru yang mencintai peserta didiknya, memahami mereka dengan empati, dan membimbing dengan kelembutan.

Oleh karena itu, hadirnya Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta pada Tahun Ajaran 2026/2027 hendaknya tidak dipandang sekadar sebagai perubahan administrasi kurikulum. Lebih jauh, hal ini merupakan gerakan transformasi budaya pendidikan di madrasah. Madrasah diharapkan menjadi ruang belajar yang membuat peserta didik merasa aman, dihargai, didengarkan, dan terdorong untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya. Pendidikan agama dan ilmu pengetahuan tidak dipisahkan dari pembentukan kepribadian, tetapi berjalan bersama untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, peduli, toleran, dan memiliki tanggung jawab terhadap sesama serta lingkungan.

Pada akhirnya, keberhasilan implementasi kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik dokumen kurikulum disusun, tetapi oleh seberapa nyata nilai-nilai tersebut hidup dalam keseharian madrasah. Ketika guru mengajar dengan cinta, peserta didik belajar dengan kesadaran, lingkungan madrasah dibangun dengan keteladanan, dan ilmu pengetahuan dihubungkan dengan kehidupan nyata, maka madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi tempat untuk menumbuhkan manusia seutuhnya.

Tahun Ajaran 2026/2027 dengan demikian dapat menjadi momentum untuk membangun wajah madrasah yang semakin humanis dan transformatif: pembelajaran yang mendalam, pendidikan yang penuh cinta, serta lulusan yang tidak hanya cerdas pikirannya, tetapi juga baik hatinya dan kuat karakternya.

Berikut ini link download Capaian Pembelajaran sesuai Kemdikdasmen No 046 Tahun 2025 (untuk mata pelajaran umum) dan Capaian Pembelajaran sesuia KMA No. 1503 Tahun 2026 ( untuk mata pelajaran Agama dan Bahasa Arab) untuk Madrasah Ibtidiyah (MI) berdasarkan Fase

1. Capaian Pembelajaran (CP) Fase A 

2. Capaian Pembelajaran (CP) Fase B 

3. Capaian Pembelajaran (CP) Fase C

Jumat, 16 Januari 2026

Mengawal Mutu Kepemimpinan Madrasah: Liputan Pelaksanaan PKKM di MI At-Taqwa 17 Babelan



Peningkatan mutu pendidikan di madrasah tidak hanya bergantung pada kualitas guru dan peserta didik, tetapi sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala madrasah. Kepala madrasah berperan sebagai nahkoda yang mengarahkan visi, mengelola sumber daya, dan membangun budaya belajar yang kondusif. Oleh karena itu, Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) menjadi instrumen penting untuk memastikan kepemimpinan madrasah berjalan efektif, profesional, dan akuntabel.

Pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2026, saya bersama tim melaksanakan kegiatan PKKM di MI At-Taqwa 17 Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini berlangsung secara sistematis, dialogis, dan partisipatif dengan melibatkan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta komite madrasah.

Apa itu PKKM?

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) adalah proses penilaian terstruktur terhadap kinerja kepala madrasah dalam melaksanakan tugas manajerial, supervisi akademik, kewirausahaan, dan kepemimpinan pembelajaran. PKKM bukan sekadar instrumen evaluasi administratif, tetapi merupakan sarana pembinaan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan madrasah secara berkelanjutan. Melalui PKKM, pengawas tidak hanya menilai, tetapi juga memberikan umpan balik konstruktif agar kepala madrasah dapat terus berkembang dan berinovasi dalam mengelola lembaganya.

Dasar Hukum Pelaksanaan PKKM

Pelaksanaan PKKM memiliki landasan regulasi yang kuat, antara lain:

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan pentingnya standar mutu pengelolaan pendidikan.
  2. Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2018 tentang Kepala Madrasah, yang mengatur standar kompetensi dan kinerja kepala madrasah.
  3. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Pedoman PKKM, sebagai acuan operasional dalam pelaksanaan penilaian kinerja.
  4. Regulasi turunan lainnya yang mengatur tugas, fungsi, dan evaluasi kinerja kepala madrasah dalam lingkungan Kementerian Agama.

Landasan hukum ini memastikan bahwa PKKM bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan madrasah.



Tujuan Pelaksanaan PKKM

PKKM dilaksanakan dengan beberapa tujuan strategis, yaitu: Memotret kinerja kepala madrasah secara objektif dan komprehensif, Mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam kepemimpinan madrasah, Memberikan dasar pembinaan dan pengembangan profesional kepala madrasah, Mendorong terciptanya budaya mutu dan akuntabilitas di lingkungan madrasah, Mendukung terwujudnya madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Proses Kegiatan PKKM di MI At-Taqwa 17, berjalan dengan suasana kolaboratif. Kepala madrasah menunjukkan keterbukaan, guru-guru antusias memberikan masukan, dan komite madrasah berperan aktif dalam diskusi.

Tindak Lanjut Pelaksanaan PKKM

Hasil PKKM bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari perbaikan berkelanjutan. Beberapa tindak lanjut yang dirumuskan bersama di MI At-Taqwa 17 antara lain:

  1. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh kepala madrasah berdasarkan rekomendasi hasil PKKM.
  2. Penguatan supervisi akademik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
  3. Pengembangan kompetensi kepala madrasah melalui pelatihan, workshop, atau komunitas belajar kepala madrasah.
  4. Peningkatan manajemen madrasah, terutama dalam administrasi, perencanaan program, dan pengelolaan sumber daya. 
  5. Monitoring berkala oleh pengawas madrasah untuk memastikan rekomendasi PKKM benar-benar diimplementasikan.

Pelaksanaan PKKM di MI At-Taqwa 17 Babelan menjadi momentum penting dalam memperkuat mutu kepemimpinan madrasah. Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan, kita optimis madrasah akan semakin berkualitas dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Sebagai pengawas madrasah, saya melihat PKKM bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi ikhtiar bersama untuk memajukan pendidikan Islam yang bermutu dan berdaya saing.

Selasa, 13 Januari 2026

Profil Singkat


Saya lahir di Bekasi sekitar 50 tahun yang lalu, tumbuh dari keluarga sederhana yang menanamkan nilai kerja keras dan keikhlasan. Orang tua saya berprofesi sebagai petani di kampung sebuah latar belakang yang membentuk karakter saya menjadi seorang yang sederhana, tangguh, dan dekat dengan nilai-nilai kehidupan.

Menempuh pendidikan hingga jenjang Strata Dua (S2), saya mendedikasikan lebih dari dua dekade hidup saya di dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Perjalanan pengabdian saya dimulai sebagai pendidik di SDN Mekar Bakti (1998–2003), kemudian berlanjut di MTs. Baitul Mu’minin selama kurang lebih 10 tahun (2000–2010). Saya juga pernah mengabdi di MI Attaqwa 36 (2003–2005).

Pengabdian terpanjang dan paling berkesan yang saya jalani adalah saat mengabdi di lingkungan Yayasan Nurul Yaqin. Di madrasah ini, saya mengabdi sebagai guru di MI Nurul Yaqin selama 19 tahun (2005–2024) dan di MTs. Nurul Yaqin selama 10 tahun (2007–2020). Dedikasi dan pengabdian saya tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga pada kepemimpinan. Saya  dipercaya oleh Ketua Yayasan menjabat sebagai Kepala MTs. Nurul Yaqin periode 2012–2017, serta Kepala MI Nurul Yaqin periode 2022–2024.

Ditahun 2022, saya mencoba untuk mendaftar sebagai Pengawas madrasah, Qodarulloh saya lulus dan mendapatkan sertifikat sebagai Pengawas madrasah dan di SK kan pada tahun 2024. Sejak tahun 2024 hingga sekarang, saya mengemban amanah sebagai Pengawas Madrasah, dengan komitmen kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan, membina praktik baik, serta menguatkan budaya refleksi dan kolaborasi di madrasah.

Allah Maha Baik, saya dianugerahi keluarga yang sangat mendukung pekerjaan saya. Keluarga menjadi sumber energi, doa, dan motivasi utama dalam setiap langkah pengabdian saya di dunia pendidikan. Bagi saya, madrasah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ladang amal dan ruang pengabdian untuk menumbuhkan generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter.


Senin, 12 Januari 2026

Sekapur Sirih

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Blog ini lahir dari keyakinan bahwa madrasah bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang tumbuhnya nilai, karakter, dan peradaban. Sebagai pengawas madrasah, saya menyaksikan begitu banyak praktik baik, ide kreatif, dan ikhtiar tulus para kepala madrasah, guru, serta tenaga kependidikan dalam memajukan pendidikan. Sayangnya, praktik-praktik inspiratif tersebut sering kali berhenti di ruang kelas dan belum terdokumentasikan dengan baik. 

Melalui blog ini, saya berupaya menghadirkan ruang berbagi-tempat merekam pengalaman, merefleksikan proses, serta menyebarluaskan praktik baik yang dapat menginspirasi dan direplikasi. Blog ini diharapkan menjadi sarana belajar bersama, berdiskusi secara sehat, dan saling menguatkan dalam ikhtiar meningkatkan mutu madrasah, baik dari sisi manajerial, supervisi akademik, maupun penguatan nilai-nilai keislaman. Tidak ada yang paling benar, karena kita semua adalah pembelajar sepanjang hayat. Akhir kata, semoga kehadiran blog ini membawa manfaat, menebar inspirasi, dan menjadi bagian kecil dari amal jariyah kita di dunia pendidikan. Saran, masukan, dan berbagi pengalaman sangat saya nantikan demi kebaikan bersama. 
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Entri yang Diunggulkan

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) MI Kelas 5

  Alhamdulillah disela-sela kesibukan melakukan pendampingan madrasah binaan, hari ini saya telah rampungkan penyusunan Alur Tujuan Pembelaj...

Popular Posts